MenghormatiOrang Tua, Menyenangkan Allah! Thu, 02/11/2010 - 13:00 — admin. Pendalaman Alkitab untuk Anak-Anak, dari Efesus 6:1-3. Waktunya membaca! Efesus 6:1: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." Cara-cara menaati orang tua kita: Ketika orang tua memintamu melakukan sesuatu, janganlah
4 Inspirasi Islami untuk Menghormati Orang Tua dan Guru serta Empati terhadap Sesama. a. Menghormati Orang Tua Menghormati orang tua merupakan bentuk dari bir al-wa>lida>in yaitu berbuat baik terhadap kedua orang tua. Kita harus mampu mewujudkan untuk bersikap baik kepada keduanya, melakukan berbagai hal yang
allahtelah menetapkan otoritas dalam keluarga yaitu suami mengepalai memelihara kehidupan sang isteri ,melindunginya,dan melakukan semua yg dapat ia lakukan untuk menolongnya bertumbuh semakin menyerupai kristus dan mempergunakan karunia2 yg telah allah berikan kepadanya.isteri harus tunduk kepada suaminya.ia harus menghormati
Inilahbagaimana cara menghormati orang tua menurut kristen dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan bagaimana cara menghormati orang tua menurut kristen yang Anda cari. Berikut ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang bagaimana cara menghormati orang tua menurut kristen .
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Sumber / 20 October 2021 Inta Official Writer Dalam sebuah video JC Channel, saya menemukan sebuah bahasan yang menarik soal orang tua. Keluaran 2012, "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." Selama ini, kita diajarkan bahwa kesatuan hati bisa mendatangkan kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya. Itulah kenapa anak yang biasanya tidak bisa menghormati orang tuanya, maka ia tidak akan bisa menghormati orang lain. Pdt. Christofer Tapiheru menjelaskan bahwa hukum taurat itu terbagi dari dua loh batu. Dimana loh yang kedua ini berisi tentang hubungan antar sesama manusia. Bisa kita lihat disini, kalau dari perintah hukum taurat kedua ini, Tuhan menempatkan perintah untuk menghormati orang tua di atas perintah-perintah lainnya. Kalau disandingkan dengan hukum-hukum taurat yang lain pun, hukum ini merupakan satu-satunya perintah Tuhan yang ada janjinya. Artinya, kalau kita menjalankan perintah ini, hadiahnya akan kita rasakan langsung di bumi. Baca juga KataAlkitab - Pacaran Tidak Direstui - Ps. Christofer Tapiheru Lalu, bagaimana cara kita menghormati ayah dan ibu yang sesuai dengan kata Alkitab? Yuk simak caranya di bawah. 1. Mengikuti perkataan dan perintah mereka Buat kita yang merasa sudah besar, mengikuti perkataan atau perintah orang tua itu bisa menjadi sesuatu yang cukup sulit. Kita sudah bisa menilai mana baik atau buruknya sesuatu. Apalagi dengan jiwa yang masih muda, kita cenderung suka mencoba sesuatu yang baru. Sebagai orang tua, terkadang mereka masih khawatir dan memperlakukan kita sebagai anak-anak. Sementara kita merasa sudah bisa mengurusi urusan sendiri. Namun, ingat deh, kalau orang tua itu punya pengalaman yang jauh lebih banyak daripada kita. Mereka sudah merasakan pahit, manis, getirnya kehidupan. Karena kasihnya yang besar buat kita, orang tua pengin yang terbaik buat kita. Sehingga jangan heran kalau orang tua bersikap protektif pada kita. Kita mungkin bisa tahu lebih banyak daripada orang tua, tetapi mereka punya hikmat dan kebijaksanaan. Amsal 41-4, “Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.” 2. Menyenangkan hati orang tua Prioritas kita sekarang bisa bermacam-macam. Tetapi, semua itu tidak terlepas dari karir yang bagus dengan pendapatan yang bagus juga. Karena kita sudah mencurahkan yang kita punya buat mengejar materi, tanpa sadar kita jadi merasa kalau orang tua juga membutuhkan materi semata. Iya, nggak salah kok kalau kita membelikan orang tua materi berupa rumah, mobil, atau barang berharga lainnya. Namun, ingatlah selalu kalau mereka juga perlu waktu kita. Siapa kita sekarang ini, nggak terlepas dari mereka yang mau berjuang keras buat kita. Sesekali, kunjungilah orang tua. Atau kalau memang belum memungkinkan, sering-sering meneleponnya. Kapan terakhir kali kita mengatakan kalau kita mengasihi orang tua kita? Kalau sampai tidak ingat, kenapa nggak mencoba untuk mengatakannya sekarang? Mereka pasti senang dengan ucapan kita itu. 3. Tidak memperlakukan orang tua dengan buruk Pemberitaan sekarang ini banyak menceritakan soal bagaimana seorang anak tega memperlakukan orang tuanya dengan buruk. Ada orang tua yang diusir, atau malah ada anak yang tega membunuh orang tuanya. Padahal, Allah sendiri yang berkata kalau kita harus menghormati orang tua, agar kita bisa mendapatkan hadiah’ itu. Mungkin kita merasa nggak pernah melakukan kekerasan pada orang tua, tetapi coba ingat-ingat lagi, pernahkah kita menyakitinya dengan ucapan? Ibu atau ayah mungkin sekarang ini sudah sakit-sakitan atau pikun. Ingat lho, firman Tuhan bilang dalam Imamat 209, “Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri. 4. Memelihara orang tua di usia senja mereka Orang tua kita pernah bekerja keras buat menghidupi kita, anaknya. Kini, ketika mereka sudah tidak lagi mampu karena sudah berumur, maka giliran kita yang mengurusi mereka. Mereka mengurusi kita dengan penuh kasih, sampai akhirnya bisa seperti sekarang ini. Bukankah sudah sangat pantas kalau kita perlu merawat orang tua dengan baik? Mereka sudah nggak lagi bisa bekerja, tetapi mereka sudah memberikan yang terbaik buat kita sebagai anak-anaknya. Alkitab mengatakan kalau menghormati orang tua bisa membuat kita panjang umur Kel 2012. Dengan umur yang panjang tersebut, kita jadi bisa melihat keturunan seperti anak-cucu, bahkan cicit-cicit kita kelak. Sumber berbagai sumber Halaman 1
Lori Official Writer Kalau kita baca kisah-kisah di dalam Alkitab, sebagian besar tokoh-tokoh penting berjuang untuk mendapatkan anak. Uniknya, mereka justru harus mendapatkan anak di usia mereka yang sudah tua. Sebut saja Abraham dan Sara, Zakharia dan istrinya, Hana, Manoah dan istri, Ayub dan Ribka. Hal ini membuktikan bahwa Tuhan memandang seorang anak sebagai sesuatu yang sangat penting. Kita percaya bahwa saat Tuhan mempercayakan seorang anak kepada pasangan suami istri, itu artinya Dia punya rencana atas anak tersebut. Karena itulah peran orangtua sangat diperlukan dalam tumbuh kembang seorang anak sampai dia beranjak dewasa dan siap melakukan tanggung jawabnya sendiri. Bahkan Yusuf dan Maria diberikan kepercayaan kepada Tuhan untuk merawat dan membesarkan Yesus sampai Dia dewasa dan memulai pelayanan-Nya. Saat Tuhan mmepercayakan pasangan menikah seorang anak, Tuhan tentu saja mengharapkan orangtua menjadi teladan yang baik bagi anak. Dan beberapa tokoh Alkitab ini membuktikan bahwa mereka mau belajar dan dibimbing untuk menjadi orangtua yang terbaik yang pernah tercatat dalam Alkitab. Hana, Ibu Samuel Hana adalah salah satu wanita yang paling menginspirasi dalam Alkitab. Meskipun sudah begitu lama menantikan seorang anak, namun Hana rela mempersembahkan putra sulungnya Samuel kepada Tuhan sejak dia lahir. Sepanjang hidupnya Samuel pun melayani Tuhan. Yang bisa kita pelajari dari Hana adalah bahwa dia punya iman yang teguh dan kerelaan hati untuk menyerahkan hal paling berharga yang dia punya untuk Tuhan dan kehendak-Nya. Yusuf, Ayah Yesus Bayangkan kalau pasanganmu memberi tahu kalau dia mengandung anak Allah. Dalam posisi Yusuf, saat itu dia mungkin tidak dengan mudah bisa menerima keadaan Maria. Tapi sebagai pria yang juga percaya Tuhan, dia mengambil peran dalam rencana Tuhan atas dunia. Dia percaya kepada Maria dan dengan setia mendampingi istrinya sampai bayi Yesus lahir sebagaimana telah dinubuatkan sejak lama. Sebagai orangtua, segala sesuatunya gak akan selalu berjalan sesuai dengan rencana. Aka nada hal-hal yang tidak masuk akal terjadi. Tapi di situlah kita perlu mengandalkan iman dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan janji-janji-Nya. Jadi, jika kamu menyadari bahwa anak yang dipercayakan Tuhan saat ini adalah bagian dari kehendak Tuhan, maka ambil bagianlah untuk menjadi sosok orangtua yang menghantar anak kepada kehendak Tuhan. Baca Juga 5 Langkah Sederhana Ajarkan Si Kecil Jadi Penginjil Sejak Belia Punya Iman Kecil Tapi Berdampak, Belajar dari Ibu dan Nenek Dalam Alkitab Ini Abraham, Ayah Ishak Ini adalah salah satu kisah Alkitab yang melegenda. Abraham dan Sara secara usia bisa dibilang harusnya tak lagi mungkin punya anak. Tapi karena rencana Tuhan atas bangsa Israel, dia pun mempercayakan seorang anak atas mereka yang kemudian dinamakan Ishak. Kehadiran Ishak sendiri menjadi sukacita yang besar bagi kedua orangtuanya. Tapi menjadi orangtua ternyata gak semudah yang dibayangkan Abraham. Tuhan sendiri bahkan menuntut Abraham untuk menyerahkan Ishak sebagai persembahan baginya. Bayangkan jika kamu adalah seorang ayah dan berada di posisi Abraham, apakah kamu rela menyerahkan anak semata wayangmu untuk disembelih dan diserahkan kepada Tuhan? Gak ada orangtua yang akan rela melakukan hal gila semacam itu. Tapi tidak dengan Abraham. Dia memilih taat kepada Tuhan. Dari ketaatan itulah Tuhan menunjukkan keadilan dan kasih-Nya kepada Abraham. Abraham adalah contoh orangtua yang punya iman yang begitu teguh yang pernah dicatat dalam Alkitab. Eunice, Ibu Timotius Timotius adalah salah satu murid dari Rasul Paulus. Melalui iman Eunice kepada Tuhan, dia mampu mendidik Timotius menjadi seorang anak berkarakter pemimpin dan yang begitu mengasihi Tuhan. Dia tahu tujuan hidupnya melalui pengasuhan seorang Eunice. Bahkan Eunice sendiri dimuji oleh Paulus karena mampu mendidik sosok pria seperti Timotius yang begitu mengasihi Tuhan. Iman dan doa Eunicelah yang diyakini membentuk Timotius menjadi pribadi yang mau dipakai Tuhan untuk menggembalakan banyak orang bersama Paulus. Sebagai orangtua, keempat tokoh Alkitab ini mengajarkan kita tentang bernilainya seorang anak bagi Tuhan. Mereka juga menyadari betul bahwa anak yang dipercayakan atas mereka asalnya dari Tuhan. Sehingga dengan iman mereka rela melakukan apapun yang Tuhan kehendaki atas anak-anak mereka. Apakah kamu sudah melakukan hal yang sama? Mari untuk tetap beriman dan berdoa atas anak-anak kita dan meminta Tuhan untuk membimbing setiap proses pengasuhan terhadap anak supaya mereka sampai pada tujuan akhir dari Tuhan. "Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah." Mazmur 1273 Sumber Halaman 1
Honoring parents is a commandment from God that all mankind must carry out. This study aims to determine the true meaning of honouring parents and what practical action looks like. To answer the formulation of this problem, the researchers used a research method with a qualitative approach, namely, a method that looks for a deep meaning about the text, and extracts from several books or journals related to the problem. From the results of the discussion, honour for parents is an attitude that must be carried out throughout life through obedience, not insulting or criticizing and don't say harshly, as well as an attitude that nurtures, cares for and meets their needs. And God's promise for those who keep this law is a long life, happiness and a good condition, namely prosperity physically and spiritually. ABSTRAKMenghormati orang tua adalah perintah Tuhan yang harus dilaksanakan oleh semua umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti yang sebenarnya secara biblika dari menghormati orang tua dan seperti apa tindakan praktisnya. Untuk menjawab rumusan masalah ini, maka peneliti melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif yaitu, metode yang mencari arti yang mendalam tentang teks, dan menggali dari beberapa buku atau jurnal yang berkaitan dengan masalah tersebut. Dari hasil pembahasan maka menghormati orang tua merupakan sikap yang harus dilakukan sepanjang umur hidup melalui sikap taat, tidak menghina atau mencela dan tidak berkata kasar, juga sikap yang memelihara, merawat dan mencukupi kebutuhan mereka. Dan janji Tuhan bagi orang yang melaksanakan hukum ini adalah panjang umur, kebahagiaan dan memiliki keadaan baik yakni kemakmuran secara jasmani dan rohani. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 80 Volume 5, Nomor 1, Januari 2021 Evangelikal Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat ISSN 2548-7868 print, 2548-7558 online Availabel at DOI Sikap Hormat Anak Terhadap Orang Tua Berdasarkan Prinsip Alkitab Yanto Paulus Hermanto, Christine, Guntur Hari Mukti, Christopher Santoso, Yonas Pasiran Ady Prayitno Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung Email yantopaulush ABSTRACT Honoring parents is a commandment from God that all mankind must carry out. This study aims to determine the true meaning of honouring parents and what practical action looks like. To answer the formulation of this problem, the researchers used a research method with a qualitative approach, namely, a method that looks for a deep meaning about the text, and extracts from several books or journals related to the problem. From the results of the discussion, honour for parents is an attitude that must be carried out throughout life through obedience, not insulting or criticizing and don't say harshly, as well as an attitude that nurtures, cares for and meets their needs. And God's promise for those who keep this law is a long life, happiness and a good condition, namely prosperity physically and spiritually. Keywords honour, obedient, nurture, parents, blessings ABSTRAK Menghormati orang tua adalah perintah Tuhan yang harus dilaksanakan oleh semua umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti yang sebenarnya secara biblika dari menghormati orang tua dan seperti apa tindakan praktisnya. Untuk menjawab rumusan masalah ini, maka peneliti melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif yaitu, metode yang mencari arti yang mendalam tentang teks, dan menggali dari beberapa buku atau jurnal yang berkaitan dengan masalah tersebut. Dari hasil pembahasan maka menghormati orang tua merupakan sikap yang harus dilakukan sepanjang umur hidup melalui sikap taat, tidak menghina atau mencela dan tidak berkata kasar, juga sikap yang memelihara, merawat dan mencukupi kebutuhan mereka. Dan janji Tuhan bagi orang yang melaksanakan hukum ini adalah panjang umur, kebahagiaan dan memiliki keadaan baik yakni kemakmuran secara jasmani dan rohani. Kata kunci Hormat, taat, memelihara, orang tua, berkat Article History Submitted 06 Oktober 2020 Revised 20 Januari 2021 Published 30 Januari 2021 PENDAHULUAN Keberhasilan dalam hidup adalah dambaan setiap orang, baik orang yang mapan dalam ekono-mi, mempunyai keluarga harmonis, kuat secara ro-hani, maupun berhasil dalam kehidupan kini dan ke-hidupan yang akan datang. Seperti yang dikatakan Collier bahwa setiap orang menghendaki kesuksesan dalam hidupnya, keberhasilan dalam segala bidang termasuk dalam bidang ekonomi. Setiap orang meng-inginkan kesenangan, kenyamanan, kesehatan, ke-kuasaan dan kebahagiaan Collier, 2018. Bagi umat Tuhan yang mengasihi-Nya, Tuhan berjanji akan memberkati anak-anak-Nya. Se-bagaimana yang dijanjikan-Nya kepada Abraham, bahwa melalui keturunannya semua bangsa akan mendapat berkat. Meskipun janji ini tidak secara langsung digenapi pada jaman Abraham, namun janji ini digenapi oleh keturunannya, yakni Yesus Kristus. Melalui-Nya semua bangsa diberkati. Se-mua orang akan mendapatkan beberapa berkat dari-Nya, dan sebagian orang akan mendapatkan semua berkat-Nya Henry, Hidup anak Tuhan akan diberkati sesuai dengan janji-Nya kepada Abraham, janji itu digenapi dalam Yesus dan tetap berlaku sampai sekarang. Yang harus dilakukan anak Tuhan agar janji itu di-genapi dalam hidupnya adalah; Satu, rajin bekerja F. Simanjuntak, 2019. Dua, pelajari firman Tuhan. Hermanto, et al., Sikap Hormat Anak Terhadap Orang Tua Berdasarkan Prinsip Alkitab 81 Tiga, lakukan firman Tuhan Basuki, 2014. Ketiga hal ini harus dilakukan dengan setia dan dengan sikap mengasihi Tuhan dan sesama. Leks mengata-kan bahwa para rabi Yahudi membenarkan bahwa penting sekali mempelajari Taurat, tetapi lebih pen-ting lagi jika orang tersebut melakukannya. Injil ber-bicara bukan hanya tentang mendengar dan mempe-lajari sabda Yesus akan tetapi harus dilaksanakan se-cara nyata Leks, 2012. Salah satu janji Tuhan tentang memiliki ke-adaan baik dan berbahagia tertuang dalam beberapa ayat di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Keluaran 2012, TUHAN memiliki tujuan yang mu-lia dengan memberi perintah kepada orang Israel un-tuk menghormati orang tua. Tujuannya adalah supa-ya mereka lanjut umur di tanah yang diberikan kepa-da mereka. Dalam Ulangan 516 tujuan TUHAN bu-kan saja lanjut umur, tapi juga memiliki keadaan yang baik Mary, 2020. Hal ini dipertegas dalam Perjanjian Baru bahwa tujuan Tuhan memerintah umat-Nya dalam menghormati orang tua adalah su-paya mereka lanjut umur dan berbahagia Ef. 62-3. Perintah menghormati orang tua wajib dilakukan oleh umat-Nya. Menghormati orang tua adalah hu-kum Allah dari zaman ke zaman yang wajib dilaku-kan oleh umat manusia. Hukum ini penting, karena memiliki sebuah janji. Henry mengungkapkan bahwa kemakmuran lahiriah dan umur panjang ada-lah berkat-berkat yang dijanjikan kepada orang-orang yang menaati hukum ini. Berkaitan dengan uraian pendahuluan ini maka masalah penelitian dalam jurnal ini adalah bagaimana sikap hormat anak terhadap orang tua berdasarkan Alkitab? Tindakan praktis apa yang da-pat dilakukan sebagai sikap menghormati orang tua? Berbeda dengan peneliti sebelumnya yang hanya fo-kus pada bagaimana orang tua mendidik anak, dan bagaimana hubungan orang tua dan anak Sulistiana, 2018, serta bagaimana makna menghormati orang tua dan menghormati orang yang lebih tua Wardani & Uyun, 2017. Jadi karya tulis ilmiah ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Dengan de-mikian penulis berharap hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam pembinaan warga jemaat di berbagai gereja. METODE Untuk menjawab masalah di atas, maka pe-neliti melakukan penelitian dengan pendekatan ku-alitatif. Mengumpulkan semua buku dan jurnal yang membahas mengenai menghormati orang tua, se-hingga diharapkan dapat menemukan jawaban yang tepat dan benar sesuai dengan maksud dari firman Tuhan. Baik tentang pengertian menghormati orang tua maupun tindakan-tindakan praktis yang menun-jukkan pengertian tersebut. Adapun manfaat peneli-tian ini untuk memberikan pemahaman berdasarkan data, supaya anak-anak Tuhan dapat memahami arti “menghormati orang tua†dan menerapkan dalam kehidupannya. Dan kegunaan dari penelitian ini ter-diri dari dua, yaitu dari sisi teoritis akan memberi-kan pemahaman yang akurat dan teruji secara teo-logis mengenai “Menghormati orang tuaâ€. Sedang-kan, dari sisi praktis, melalui penulisan karya ilmiah ini, “sikap menghormati orang tua†diharapkan men-jadi masukan yang berguna bagi orang percaya, yaitu bahwa jika seorang anak menghormati orang tuanya dengan cara yang benar maka ia akan me-nerima janji Tuhan yaitu lanjut usia dan baik keada-annya berbahagia. Alkitab merupakan sumber utama dalam karya tulis ilmiah ini, sehingga arti sesungguhnya dari menghormati orang tua benar-benar diperoleh dari penggalian firman Allah, baik melalui tafsiran Alkitab maupun hasil dari para peneliti sebelumnya. Dengan demikian akan diperoleh gambaran yang je-las dan utuh terkait jawaban atas rumusan masalah dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang secara umum keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak, yang tinggal dalam satu rumah. Mereka menjalin komunikasi satu dengan yang lain dengan kebiasaan yang sudah tertanam lama Putri, 2017. 82 Volume 5, Nomor 1, Januari 2021 Orang Tua Berdasar Alkitab Prince menjelaskan bahwa, bersatunya dua orang yang berlawanan jenis dalam suatu pernikahan akan membentuk sebuah keluarga. Dan pada akhir-nya mereka menjadi orang tua yang memiliki anak-anak Prince, Perkawinan ini tentunya meru-pakan ide Tuhan. Semua peraturan perkawinan ter-masuk tujuan akhirnya ditentukan oleh Dia. Dengan perkawinan, Tuhan mengadakan penyatuan antara satu laki-laki dan satu perempuan. Tetapi Alkitab melandaskan bahwa hanya ada satu landasan untuk penyatuan yang benar antara manusia, laki-laki dan perempuan yakni kasih. Alkitab menggambarkan perkawinan sebagai bersatunya dua orang satu laki-laki dan satu perempuan dengan meninggalkan ke-dua orang tua mereka Kej. 224. Jadi kunci perka-winan adalah dua kata meninggalkan dan bersatu. Kesatuan sejati antara seorang laki-laki dengan istri-nya disebut keluarga utuh dalam lingkup perjanjian yang telah ditetapkan Tuhan. Ketika mereka diberi karunia memperoleh keturunan, mereka inilah yang dipercaya Tuhan untuk mendidik dan merawat anak tersebut dari sejak kandungan hingga besar dan man-diri Prince, Anak yang ditempatkan dalam sebuah ke-luarga harus dirawat, dididik dan diajar, karena anak yang masih kecil belum mengerti hal yang baik dan tidak. Dengan berjalannya waktu, anak mulai ber-kembang dan bisa memahami tentang konsep baik dan buruk, benar dan salah, melalui lingkungannya. Agar anak mempunyai tingkah laku yang baik, anak perlu diberikan adanya suatu petunjuk atau ajaran. Menurut Eliman petunjuk atau ajaran merupakan pemberian bantuan oleh seseorang kepada orang lain dalam menentukan pilihan, penyesuaian dan peme-cahan permasalahan. Petunjuk dan ajaran ini bertu-juan membantu si penerima agar bertambah kemam-puan bertanggung jawab atas dirinya Eliman, 2017. Ajaran ini berupa didikan. Pendidikan dalam keluar-ga memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk emosi, sikap, dan perilaku. Kehidupan dalam keluar-ga merupakan tempat pertama kali bagi anak dalam mempelajari emosi, baik berupa mengenal emosi, merasakannya, menanggapi setiap situasi yang me-nyebabkan perubahan emosi serta mengungkapkan emosi. Melalui wadah pendidikan dalam keluarga, anak belajar mengungkapkan emosinya Tafonao, 2019. Dalam Alkitab Penuntun Hidup Berkelim-pahan dituliskan beberapa tugas orang tua untuk mengajar anaknya menuju kehidupan yang saleh di dalam Kristus, yakni anak-anak diajar agar takut akan Tuhan; anak-anak diajar untuk menaati orang tua; anak-anak dilindungi dari berbagai pengaruh ja-hat; anak-anak disadarkan bahwa Allah selalu meli-hat setiap orang yang berbuat baik maupun jahat; anak-anak diajar pula bahwa Allah mengasihi setiap orang Setiati, 2019; Stamps, 1984. Dalam Kitab Ulangan bangsa Israel diingat-kan bahwa mereka sebagai orang tua harus meng-ajarkan kepada anak-anak mereka mengenai siapa-kah Allah Israel. Setiap anak dari bangsa Israel harus mengenal siapa Allah dan bagaimana Ia berkarya dalam kehidupan nenek moyangnya. Pengenalan itu dilakukan melalui pengajaran firman Tuhan yang te-rus menerus. Naiboho menyatakan bahwa mengajar-kan firman Tuhan adalah cara mendidik anak-anak mereka dengan tujuan, meneruskan iman yang dina-mis dan transformasi Naibaho, 2018. Berdasarkan uraian di atas, maka tidaklah berlebihan, jika Allah sangat menghargai mereka orang tua, sehingga setiap anak diperintahkan un-tuk menghormatinya, dan menjadi salah satu dari da-sa titah yang diberikan Allah bagi orang Israel dan sekarang bagi seluruh anak Tuhan di seluruh dunia Prince, Anak Berdasar Alkitab Alkitab menuliskan bahwa anak adalah pem-berian dari Allah bagi suatu keluarga. Sesungguh-nya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah Maz. 1273 LAI, 2014. Sedangkan menurut Ed-win Charis, anak itu ciptaan yang ajaib, ia memi-liki hidup kerohanian dan kejasmanian, dilengkapi de-ngan potensi untuk berkreasi, memiliki akal budi dan kehendak bebas, agar menjadi pribadi seperti yang Hermanto, et al., Sikap Hormat Anak Terhadap Orang Tua Berdasarkan Prinsip Alkitab 83 Allah kehendaki Charis, 2016. Pendapat dari Nggebu, Tuhan Allah memandang anak begitu pen-ting bagi keluarga Kerajaan Allah. Mereka dipan-dang berharga di mata Tuhan. Anak-anak sederajat dengan orang dewasa dalam eksistensi dan kepri-badian. Anak-anak memiliki kebutuhan dasar sama seperti orang dewasa. Allah mengasihi mereka sama seperti Dia mengasihi orang tua mereka. Dan Allah memanggil mereka untuk datang kepada-Nya sama seperti Dia memanggil orang-orang dewasa untuk menyerahkan hidup kepada-Nya Nggebu, 2016. Karena Ia mengasihi anak yang diciptakan-Nya, tentu saja Ia menempatkan anak tersebut dalam suatu keluarga yang di dalamnya bisa terdiri dari ayah, ibu, kakak dan adik, sehingga anak yang me-rupakan ciptaan-Nya mempunyai orang yang me-nyanyangi dan mengurusnya. Oleh sebab itu, se-orang anak haruslah menghormati orang tuanya, se-perti ia menghormati Allah. Karena tidaklah kebe-tulan seorang anak ada dalam satu keluarga, kalau bukan Tuhan yang menetapkannya Frances, 2007. Menghormati Orang Tua Kata hormatilah dalam Keluaran 2012 dan Ulangan 516 merupakan kata kerja. Penulisan da-lam bahasa Ibrani  îš’  îŽî„î…î…î²îš´. Artinya muliakan-lah, hormatilah, tunjukkanlah hormatmu. Sedangkan kata “Hormatilah†dalam Efesus 62, penulisan da-lam bahasa Yunani; îˆîˆ Tima. Artinya menghor-mati, menghargai, memuliakan. Baik dalam Perjan-jian Lama maupun Perjanjian Baru, menghormati ayah ibu bukanlah berdasarkan kesepakatan antara orang tua dan anak tetapi merupakan hukum dari Tuhan yang wajib dilakukan oleh setiap anak Henry, Para teolog setuju kalau seorang anak harus bersikap hormat kepada orang tuanya, sehingga me-reka menuliskan pendapat mereka tentang hormat ke-pada orang tua dari berbagai sudut pandang. Ada teo-log yang mengatakan bahwa hormat pada ayah ibu adalah salah satu sikap yang penting Runturambi, 2019. Paterson menegaskan, jika keempat hukum yang pertama mengenai kewajiban orang Israel ter-hadap Allah, maka hukum kelima dan seterusnya merupakan kewajiban orang Israel terhadap sesama-nya. Yang pertama dari hukum kepada sesama ada-lah perintah untuk hormat pada orang tua sebagai se-sama yang terdekat. Menurutnya tujuan pokok dari hukum ini adalah bukan hanya mengajar anak-anak kecil ataupun anak-anak muda tentang sikap mereka terhadap orang tua mereka, tetapi juga mengajarkan anak-anak dewasa bagaimana bersikap terhadap orang tua mereka yang telah berusia lanjut Peterson, 2006. Tuhan menurunkan hukum kelima dari dasa titah memiliki tujuan, yakni Pertama, agar anak mengenal Allah. Banyak orang mengakui bahwa ada “semacam Allah†atau “semacam kekuatan†di balik alam semesta ini, tetapi mereka sama sekali buta ten-tang bagaimana caranya mengenal Allah. Banyak orang mungkin menyatakan bahwa mereka percaya Allah itu ada, akan tetapi berdasarkan perilaku hidup mereka sehari-hari, Allah yang penuh kasih itu tidak tercermin dalam tingkah laku mereka Ridenour, 2000. Berdasarkan fakta tersebut, agar Allah yang penuh kasih dapat tercermin dalam tingkah laku me-reka, maka dalam kehidupan sehari-hari orang tua harus menjadi gambaran Allah. Seperti yang ditulis oleh Dobson dalam bukunya Masalah Membesarkan Anak. Dia menyatakan bahwa seorang anak akan memiliki kecendrungan memandang orang tuanya sebagai gambaran Allah, apakah orang tua itu meng-hendakinya atau tidak. Contohnya, jika orang tua dalam satu keluarga penuh kasih, maka anak-anak itu akan belajar tentang kasih. Orang tua bertang-gung jawab penuh untuk mencerminkan kasih Allah kepada anak-anaknya. Bapa sorgawi adalah Allah yang penuh kasih dan kasih-Nya itu berlimpah dan tanpa batas. Oleh sebab itu anak-anak harus menge-nal kasih dan kelembutan Allah melalui sikap orang tuaya yang penuh kasih juga Dobson, Kedua, Agar anak memahami maksud Allah. Maksud Allah mengenai hormat kepada orang tua ialah Allah ingin supaya orang memelihara yang ditetapkan-Nya, maka tingkat-tingkat keutamaan yang ditentukan oleh-Nya tidak boleh di ganggu gu- 84 Volume 5, Nomor 1, Januari 2021 gat. Artinya anak harus menganggap tinggi mereka yang ditempatkan Tuhan yaitu orang tua, bersikap hormat, dan taat kepada mereka Calvin, 2000. Se-hingga tidak boleh ada keraguan bahwa Allah telah menetapkan suatu peraturan yang umum siapapun yang diketahui ditempatkan Tuhan di atas kita yaitu orang tua, harus disegani dan ditaati, dan kepadanya harus berterima kasih, serta kita berikan segala ma-cam pelayanan. Layak atau tidaknya orang tua me-nerima kehormatan, itu tidaklah menjadi soal, sebab bagaimanapun sifat mereka, tempat itu diperolehnya dari Allah. Hal inilah yang menjadi sebab Sang Pemberi Hukum sendiri menghendaki supaya me-reka dihormati Calvin, 2000. Stott mengatakan bahwa penghormatan kepada orang tua merupakan kewajiban manusia kepada Allah. Selama masa ka-nak-kanak orang tualah yang menjadi wakil Allah. Merekalah yang menyatakan kasih-Nya. Dengan de-mikian sikap hormat terhadap orang tua menjadi ba-gian integral dari sikap hormat terhadap Allah Stott, 1986. Selanjutnya Sulistiana menegaskan bahwa penghormatan yang dimaksud mengandung aspek takut dan gentar, bukan takut seperti seorang hamba atau budak kepada tuannya, tetapi takut yang lahir dari kekaguman dan hormat seperti kepada Tuhan. Orang tua berhak atas penghormatan yang demikian Sulistiana, 2018. Ketiga, Kewajiban anak-anak yang paling besar adalah mentaati orang tua mereka Henry, Paulus memberikan alasan mengapa anak-anak wajib menaati orang tuanya, yakni kewajaran secara ala-miah dan firman Tuhan Sulistiana, 2018, p. 74. Pe-rintah bahwa anak-anak wajib menaati orang tua tidak tergantung pada penyataan khusus dari Allah, me-lainkan pada “hukum wajar†yang dituliskan Allah pada hati nurani semua manusia. Hukum itu berlaku pada setiap masyarakat, bukan hanya pada masya-rakat Kristen. Para pemikir moralis Yunani dan Romawi memang mengajarkan juga demikian. Dan menurut para filsuf Stott, bahwa seorang anak wajib mentaati orang tuanya tak usah dipersoalkan, karena menaati orang tua adalah tuntutan akal sehat Stott, 1986. Alasan kedua adalah perkataan firman Tuhan yang berkata, “hai anak-anak taatilah orang tuamu di dalam Tuhanâ€. Perintah ini mengartikan ketaatan anak adalah kewajiban kristiani, sebab yang disebut anak-anak di sini adalah anak-anak yang me-ngenal Tuhan Yesus Kristus. Kristus sebagai Pencipta, pada permulaan menetapkan aturan keluarga dan masyara-kat dan Ia tetap setia pada aturan itu. Ada kesinam-bungan antara tatanan ciptaan lama dan tatanan ciptaan baru dalam Kristus. Lembaga keluarga tidak dihapuskan, selama manusia masih berkeluarga dan memiliki keturunan, anak-anak diminta untuk taat tidak hanya karena hal tersebut adalah komitmen kristiani, akan tetapi didasarkan atas kebenaran firman Allah Stott, 1986. Oleh Sebab itu perlu tindakan praktis yang dapat dilakukan anak sebagai wujud dari menghor-mati orang tua. Pertama, taat. Anak belajar taat ke-pada otoritas di atasnya yang dimulai dari rumah, yaitu orang tuanya. Seperti yang dikatakan Siman-juntak, konselor Keluarga dan Karier Allah sudah menentukan urutan otoritas dalam keluarga walaupun kita tidak suka orang tua adalah pemimpin. Ayah adalah pemimpin atas seluruh keluarga. Anak-anak adalah pengikut orang tua. Kalau anak tidak belajar taat dalam rumah tangga, dia tidak akan taat di sekolah, dan tidak akan taat di tengah-tengah masya-rakat, begitu juga tidak akan taat kepada Tuhan. J. Simanjuntak, 2017. Namun demikian anak harus mentaati orang tua, de-ngan batasan harus sesuai dengan firman Tuhan. Da-lam Kolose 320 menuliskan, “Hai anak-anak, taati-lah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Ayat tersebut memang mengatakan bahwa anak harus taat kepada orang tua ‘dalam segala hal’ Anak-anak harus memahami ayat ini dengan melihat ayat-ayat lain dalam Alkitab, yai-tu pada saat orang tua memberikan perintah yang tidak sesuai dengan firman Tuhan atau dilarang oleh firman Tuhan, atau pun sebaliknya melarang untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan, maka dalam hal itu anak boleh tidak mentaati orang tua Imeldawati, 2019. Dasar Alkitab dari pandangan ini adalah berdasar Kisah Para Rasul 529 dan Matius 1037a yang menyatakan bahwa orang percaya harus Hermanto, et al., Sikap Hormat Anak Terhadap Orang Tua Berdasarkan Prinsip Alkitab 85 lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia dan harus lebih mengasihi Allah lebih dari semua manusia termasuk orang tua. Sedangkan Efesus 61 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah Istilah “di dalam Tuhan†dalam ayat ini ditambahkan oleh Paulus berhubungan de-ngan Keluaran 2012. Dan dalam kaitan dengan ini, Calvin 2000 memberikan komentar bahwa Paulus tidak hanya mendesak anak-anak untuk mentaati orang tua mereka, tetapi menambahkan batasan bah-wa semua yang dilakukan untuk mentaati orang tua harus ada dalam koridor “di dalam Tuhanâ€. Hal ini menunjukkan bahwa jika seorang ayah memerin-tahkan sesuatu yang tidak benar, ketaatan kepadanya dapat ditiadakan. Budiman, 2019. Sepanda dengan Calvin, Stott menyatakan hal yang sama bahwa anak tidak harus mentaati orang tua mereka dalam segala hal secara mutlak tanpa perkecualian, tetapi dalam segala hal yang sesuai dengan junjunan tertinggi yaitu Tuhan Yesus Kristus. Hal lain yang perlu ditambah-kan bahwa ketaatan anak kepada orang tua dibatasi pula oleh kondisi dari orang tua tersebut. Kalau ayah atau ibu mereka sudah lanjut usia dan pikun, sehingga menyuruh yang tidak semestinya, maka anak diperbo-lehkan tidak harus mentaati perintah mereka tersebut Stott, 1986. Kedua, Anak tidak boleh menghina, mence-la, berkata kasar, mengutuki orang tua bahkan tidak boleh menginginkan sesuatu yang buruk terjadi ter-hadap mereka. Tertulis dalam Keluaran 2117. Dosa mengutuki ayah dan ibu di sini dipertentangkan de-ngan kewajiban untuk menghormati mereka. Orang yang mencela ayah dan ibu mereka, atau yang meng-harapkan sesuatu yang buruk terjadi atas mereka, yang menghina mereka, atau yang melontarkan kata-kata cemooh dan kasar terhadap mereka, melanggar hukum ini. Jika melontarkan kata “kafir†kepada se-sama bisa dikenai hukuman yang begitu berat, apa-lagi jika berbuat demikian terhadap orang tua. Ma-tius 154 “Sebab Allah berfirman Hormatilah ayah-mu dan ibumu; dan lagi Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati†Henry, Ketiga, Memelihara mereka pada saat mere-ka sudah tua atau pun pada saat mereka tidak bisa bekerja. Alkitab penuntun hidup berkelimpahan me-nuliskan; Menghormati ayah dan ibu akan berlanjut terus sampai kematian mereka. Salah satu cara untuk menghormati ayah dan ibu adalah dengan memper-hatikan mereka pada saat-saat mereka memerlukan keuangan atau bila mereka sakit dan tidak mampu merawat diri sendiri. Merupakan kewajiban anak-anak, jika orang tua mereka miskin dan kekurangan, maka anak harus meringankan beban orang tua dan menolongnya sesuai dengan kemampuannya. Jika ti-dak maka anak tersebut sudah berdosa dan melang-gar perintah Tuhan. Jika mengutuki orang tua saja sudah patut dihukum mati, apalagi kalau sampai membuat orang tua mereka mati karena kelaparan LAI, 2014. Janji Berkat bagi Yang Menghormati Orang Tua Tuhan berjanji akan memberikan berkat pan-jang umur dan baik keadaan kepada anak yang meng-hormati orang tuanya. Dalam Alkitab, ditulis dalam Keluaran 2012 “Hormatilah ayahmu dan ibumu, su-paya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, Ulangan 516 “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepa-damu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umur-mu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, Dan Efesus 62-3 “Hormatilah ayahmu dan ibumu†adalah suatu pe-rintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini “supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di Keluaran 2012 dan Ulangan 515 kata pan-jang dalam bahasa Ibrani  îšîŠ îŠîЏîŠîŠ îŠ”îŠ© îœî„î•îŒîƒ‚î, mem-punyai arti; lanjut, lama, hidup lebih lama, panjang, menjadi panjang, sedangkan umur ditulis  îŠîŠ•îŠ© yoma mempunyai arti; hari-hari, umur, hari-hari umurmu, waktu, tahun umurmu. Sehingga kata panjang umur dalam Alkitab Terjemahan Baru mempunyai arti dalam bahasa aslinya yaitu tahun umurmu menjadi panjang. Sedangkan kata tanah dalam bahasa Ibrani ditulis îŠîŠ îŠ•îŠ¤î€ƒîŠ¤ îš‚îŠ•îŠ îŠ•îŠ£ î‹î†—îî‹, artinya tanah, bumi, negeri. Dan kata berikan dalam bahasa Ibrani ditulis 86 Volume 5, Nomor 1, Januari 2021  îš’   îî²î, artinya; berikan, serahkan, karuniakan. Kata “baik†dalam Ulangan 516 ditulis dalam bahasa Ibrani   îš îŠîŠ© îœî¶îƒ‚î„, artinya baik, sangat baik, dipan-dang baik, berbahagia, mendatangkan keberuntung-an. Dengan demikian arti dari kedua ayat ini adalah; Hormatilah ayah dan ibumu supaya tahun umurmu menjadi panjang, supaya kebahagiaan dan segala yang mendatangkan keberuntungan akan dikarunia-kan TUHAN Allahmu kepadamu. Berdasarkan ketiga ayat tersebut Tuhan akan memberikan kepada anak yang menghormati orang tuanya dengan panjang umur, baik keadaan, keba-hagian dan segala yang mendatangkan keberuntung-an. Mattew Henry mengatakan; janji menghormati orang tua adalah, supaya kamu berbahagia, dan pan-jang umur di bumi. Kemakmuran lahiriah dan umur panjang adalah berkat-berkat yang dijanjikan kepada orang-orang yang mentaati perintah ini. Anak-anak yang patuh sering kali dibalas dengan kemakmuran lahiriah. Memang tidak selalu demikian, ada juga anak-anak seperti itu yang mengalami banyak pen-deritaan dalam hidup ini. Tetapi ketaatan biasanya diberi balasan demikian, dan, jika tidak, digantikan dengan sesuatu yang lebih baik Henry, KESIMPULAN Menghormati orang tua adalah sebuah sikap yang menunjukkan rasa hormat, yang wajib dilaku-kan seorang anak terhadap orang tua. Sikap tersebut bukan berdasarkan kesepakatan antara orang tua dan anak tetapi hukum Tuhan yang wajib dilakukan se-tiap anak. Allah mempunyai tujuan dengan hukum tersebut yaitu, agar anak mengenal Allah melalui te-ladan hidup orang tua, dan memahami maksud Allah dengan memelihara apa yang telah di tetapkan-Nya. Sedangkan tindakan praktis yang dapat dila-kukan anak sebagai wujud dari hormat kepada orang tua adalah Pertama, taat atau patuh. Hal ini dibatasi oleh keadaan orang tua yang tidak mengalami sakit kejiwaan atau kepikunan dan perintah mereka tidak melanggar hukum Tuhan. Kedua, tidak menghina, mencela, berkata kasar atau mengutuki orang tua. Ketiga, dengan cara merawat, memelihara dan mem-biayai hidup orang tua pada saat mereka sudah lanjut usia. Janji Tuhan kepada mereka yang menghormati orang tua adalah panjang umur, kebahagiaan dan me-miliki keadaan baik berupa kemakmuran lahiriah dan rohani. DAFTAR RUJUKAN Basuki, Y. E. 2014. Pertumbuhan Iman Yang Sempurna. Yogyakarta Garudhawacha Online Book. Budiman, K. S. 2019. Calvin dan Lima Pilar Institusi Sosial. Jurnal Teologi Dan Pelayanan Veritas 10/02., 10Lima pilaar institusi sosial. Calvin, Y. 2000. Institutio. Jakarta BPK Gunung Mulia. Charis, E. 2016. Smart Parenting. Yogyakarta Andi Offset. Collier, R. 2018. Rahasia Sukses Sepanjang Zaman. Tangerang Selatan Gemilang. Dobson, J. Masalah Membesarkan Anak. Eliman. 2017. Model Bimbingan Dalam Pendidikan agama Kristen Terhadap Pembentukan Moral Anak Didik Usia 6-8 Tahun. Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 1 no. 2. Frances, B. 2007. Inti Alkitab Untuk Para Pemula. Jakarta BPK Gunung Mulia. Henry, M. Bible commentary. Alkitab Sabda. Imeldawati, T. 2019. Makna Kata Taat dan Hormat dalam Efesus 61-3. KERUGMA Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 12, 152–169. LAI. 2014. Alkitab Penuntun Kehidupan. Malang. Leks, S. 2012. Tafsir Injil Matius. Yogyakarta Kanisius. Mary, E. 2020. Implikasi Ulangan 516 Dalam Pendidikan Keluarga. Didaché Journal of Christian Education, Vol. 1, N, 14 1-1 5 2. Hermanto, et al., Sikap Hormat Anak Terhadap Orang Tua Berdasarkan Prinsip Alkitab 87 Naibaho, D. 2018. Cara Orang tua Kristen Dalam Mendidik Anak. Jurnal Christian Humaniora, 2 no. 2. Nggebu, S. 2016. Desain Allah bagi Anak dan Remaja. Bandung Biji Sesawi. Peterson, R. M. 2006. Kitab Keluaran. Jakarta BPK Gunung Mulia. Prince, D. Suami dan Ayah. Indonesia Derek Prince Ministries Indonesia. Putri, A. S. 2017. Dukungan Keluarga Terhadap Jemaat Lansia yang Melayani. EPIGRAPHE Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 1 No. 2. Ridenour, F. 2000. Dapatkah Alkitab Dipercaya. Jakarta BPK Gunung Mulia. Runturambi, R. 2019. Aspek Teologis dan Aplikatif Dasa Titah. Jurnal Teologi Berita Hidup, 1 No. 2. Setiati, D. R. 2019. Peran Pendidikan Keluarga Dalam Pembentukan Sikap Sosial Dan Kemandirian Anak. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 5 No. 1. Simanjuntak, F. 2019. Diktat Etika kerja, bisnis dan kekayaan. Bandung Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung. Simanjuntak, J. 2017. Mendidik Anak Utuh, Menuai Keluarga Tangguh. Tangerang Yayasan Pelikan. Stamps, D. C. 1984. Catatan Penelitian dan Artikel Alkitab. In Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Malang Gandum Mas. Stott, J. R. W. 1986. The Message of Ephesians. England God’s New Society. Sulistiana, R. 2018. Kajian Hubungan Orang Tua dengan Anak Berdasarkan Efesus 61-4 di Gereja Gekisia Medan. Providensi Jurnal Pendidikan Dan Teologi, 1 No. 1. Tafonao, E. T. T. 2019. Pendidikan Anak dalam Keluarga Berdasarkan Kolose 321. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 5 No. 1. Wardani, F. L. R., & Uyun, Z. 2017. “Ngajeni Wong Liyoâ€â€¯; Menghormati Orang yang Lebih Tua pada Remaja Etnis Jawa. Indigenous Jurnal Ilmiah Psikologi. ... It is emphasized that God desires for every child in Christian homes to have an education and be shaped in divine characteristics in accordance with Biblical principles Diana, 2019 in order to bring all of God's promises-including longevity, spiritual and material blessings, and the ability to "become the head and not the tail"-to fruition in the lives of children of the faithful Hermanto et al., 2021. God has given parents the duty of educating their children in order to fulfill these promises Prv. ...Kresbinol LabobarChristian families are the primary institution in forming children's character into one that reflects Christlikeness. Instructing, educating, and guiding their children to become God-fearing individuals is a crucial responsibility that parents should take very seriously. This makes it necessary for them to take on a variety of roles in their children's character education, including 1 religious teacher, teaching their kids the fundamentals of Christianity to help them develop spiritual intelligence, 2 religious educator, educating kids faith-based applications to help them develop good personalities, and 3 religious role model, influencing their kids' lives. Children's character development leads to four outcomes 1 a life filled with Christlike qualities that serve as a benchmark for their Christian faith; 2 a life guided by the Holy Spirit, who transforms children's lives; 3 an exemplary Christian life as a result of maturity, and 4 a life that bears the fruit of the WatyTjutjun Setiawan Yanto Paulus HermantoAdolescents 12-15 are an age group that is vulnerable to negative influences. In the process of searching for their identity, they are often carried away by a misleading spirit. This negative influence can be obtained from association with friends, the environment and also from social media where the technology of the digital era greatly affects many people, especially in this 12-15 year age group. Technological advances that should be useful can actually plunge this age group into the problem of pornography which if not handled properly will become an addiction and lead to moral degradation. This study examines the moral degradation experienced by adolescents aged 12-15 years which is the influence of social media in this age group exposed to pornographic content. The purpose of this research is how to overcome this problem so that it can be useful for parents, educators and church leaders. This study used a qualitative method with a literature study and used a survey instrument for adolescents aged 12-15 years. And the conclusion obtained is that the role of parents must be further intensified, such as education on the use of social media, education about sex, spiritual development. And also the support of educators, both formal at school and non-formal at church Keywords Educators, Internet, Moral Degradation, Parents, Youth Remaja usia 12-15 merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh negatif. Dalam proses pencarian identitas diri yang mereka lakukan seringkali terbawa arus yang menyesatkan. Pengaruh negatif tersebut bisa didapat dari pergaulan dengan teman- temannya, lingkungan dan juga dari media sosial di mana teknologi era digital ini sangat mempengaruhi banyak orang, terlebih pada kelompok usia 12-15 tahun ini. Kemajuan teknologi yang semestinya membawa manfaat malah dapat menjerumuskan kelompok usia ini ke dalam masalah pornografi yang jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi adiksi dan membawa ke arah degradasi moral. Penelitian ini mengkaji tentang degradasi moral yang dialami oleh kalangan remaja usia 12-15 tahun yang diakibatkan pengaruh media sosial di mana kelompok usia ini terpapar konten pornografi. Adapun tujuan penelitian ini adalah bagaimana cara mengatasi hal tersebut sehingga dapat bermanfaat bagi kalangan orang tua, pendidik dan pemimpin gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka dan menggunakan instrumen survei terhadap remaja usia 12-15 tahun. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa peran orang tua harus lebih diintensifkan lagi seperti edukasi pemakaian media sosial, edukasi tentang seks, pembinaan rohani. Juga dukungan para pendidik, baik yang formal di sekolah maupun non-formal di gereja. Kata Kunci Degradasi Moral, Media Sosial, Orangtua, Remaja, Tenaga PendidikEugene Zen Yanto Paulus HermantoKeteladanan iman dari orang tua sangatlah berdampak bagi keteguhan iman anak ketika mereka dewasa. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk menolong para orang tua bisa mengimplementasikan keteladanan imannya secara efektif. Untuk itu, maka peneliti meneliti keteladanan tokoh Ayub dan Yusuf dalam memberi teladan imannya saat mereka dalam kondisi terpuruk. Sehingga keteladan mereka bisa dijadikan acuan bagi para orang tua Kristen khususnya. Selain keteladanan iman tokoh-tokoh Alkitab, maka penulis pun meneliti psikologi perkembangan anak. Hal ini dimaksukan untuk menolong para orang tua agar bisa memberikan keteladan imannya sesuai dengan perkembangan anak mereka sehingga keteladanannya menjadi efektif dan berdampak signifikan. Penelitian ini pun memberi pengetahuan bagaimana orang tua mengimplementasikan keteladanannya tersebut secara holistik berdasarkan pengetahuan Alkitab dan juga psikologi perkembangan anak. Sehingga diketahui cara-cara yang tepat bagi orang tua dalam memberi keteladanan iman kepada kunci anak; iman; keteladanan; orang tuaDorlan NabahoTujuan penulisan artikel ini adalah untuk menentukan pola yang tepat bagi orangtua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. Dalam pembinaan iman terhadap anak, orang tua bertanggung jawab penuh tidak hanya kepada anak tetapi juga kepada Allah. Seiring dengan pesatnya perkembangan tehknologi saat ini, banyak orangtua mendidik anak dengan cara otoriter yaitu dengan memaksa anak melakukan sesuai keinginan orangtua. Sebaiknya hal ini hendaklah dimengerti terlebih dahulu oleh setiap orang tua, sehingga di dalam mendidik, mengasuh dan membimbing dapat dilakukannya dengan pengertian yang baik dan benar sehingga tidak terjadinya kekerasan atau penindasan, pemaksaan kepada anak di dalam melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan tuntutan orang tua. orang tua hanyalah mendidik dan membimbing anak untuk bisa memiliki pengetahuan secara baik dan bertanggung jawab sebagai bekal bagi anak di kemudian hari, serta tugas mengawasi anak dalam perkembangannya sampai kelak ia dewasa dan mampu berdiri di atas kemandiriannya sendiri secara baik dan bertanggung yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan. Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau Ul. 66-7.Kata kunci orangtua, mendidik,anakEirene MaryGod is the God who wants to reveal Himself to humans. God also revealed what He wanted humans to do in the 10 Commanments. The law provides for the things that humans must do in relation to God and with others. The first law in human relations is the law concerning parents and children. Children must respect their parents. In fact, there are many events that show the fading of the values of respecting parents. This paper tries to reexamine the fifth law regarding respect for parents by analyzing Deuteronomy 516. The analysis is done by looking for the meaning of the word "honor" and synthesizing several interpretations of the meaning of honoring this analysis it was found that through parents, a child is born into the world. Parents are God's representatives. The relationship between parent and child is the highest relationship in human relations. God gives orders for children to respect their parents. Respecting parents can be done in the form of submitting to parents, obeying parents and caring for parents in their old age. This has implications in the process of family education where parents are responsible for educating their children, children must be taught about things that God has done and submit to authority. AbstrakAllah adalah Allah yang mau menyatakan diri-Nya kepada manusia. Allah juga menyatakan apa yang dikehendaki-Nya untuk dilakukan oleh manusia dalam hukum Taurat. Hukum Taurat memberikan hal-hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam hubungannya dengan Allah dan dengan sesama. Hukum pertama dalam hubungan dengan manusia adalah hukum tentang orang tua dan anak. Anak harus menghormati orang tuanya. Kenyataan yang terjadi saat ini, banyak kejadian yang menunjukkan lunturnya nilai-nilai menghormati orang tua. Tulisan ini mencoba meneliti kembali hukum Taurat yang kelima mengenai menghormati orang tua dengan menganalisis Ulangan 516. Analisis yang dilakukan adalah dengan mencari makna kata “hormat†dan mensintesakan beberapa penafsiran mengenai makna menghormati orang tua. Dari analisis tersebut ditemukan bahwa melalui orang tua, seorang anak dilahirkan ke dalam dunia. Orang tua adalah wakil Allah. Hubungan orang tua dan anak adalah hubungan yang tertinggi dalam hubungan antar manusia. Allah memberikan perintah agar anak menghormati orang tua. Menghormati orang tua dapat dilakukan dalam bentuk tunduk kepada orang tua, taat kepada orang tua dan memelihara orang tua pada masa tuanya. Hal ini berimplikasi dalam proses pendidikan keluarga dimana orang tua bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya, anak-anak harus diajarkan tentang hal-hal yang sudah dilakukan Allah dan tunduk pada Solomon RunturambiBelievers today are eager to explore the Bible, especially the New Testament, because they believed that the Old Testament is no longer valid in the lives of believers. The discussion in this paper examines the importance of the Decalogue and its application to believers in the present. The Ten Commandments are the culmination climax of all the books, centers and themes of the extraordinary book that ever existed. The Ten Commandments are the basis of all Bible themes. The Ten Commandments are the highest foundation of God's law. Many verses in the Bible Old and New Testaments are citation extensions of the Ten Commandments. God's command is a measure that enables us to know whether we are on the path that is in accordance with His desires or we are deviating. As John warned in 1 John 3 4 "Everyone who sins, also violates God's law, because sin is a violation of God's law." From the discussion it is known that the Ten Commandments of God are good news delivered to Israel and also to the Christian nowadays. The Ten Commandments are the good news that God has given us to do. What is meant by the good news is that the Ten Commandments, most of which are in the form of prohibitions or negative things, but behind that all God has good intentions, which are only shown to us believers percaya pada masa kini cukup bersemangat mendalami Alkitab, dan pada umumnya yang dipelajari adalah Perjanjian Baru, karena berpandangan bahwa Perjanjian Lama tidak lagi berlaku dalam kehidupan orang percaya. Pembahasan dalam tulisan ini mengupas pentingnya Dasa Titah dan aplikasinya bagi orang percaya pada masa kini. Sepuluh Perintah merupakan puncak klimaks dari seluruh kitab, pusat dan tema kitab yang sangat luar biasa yang pernah ada dan merupakan hasil dari yang kemudian dan tambahan-tambahannya. Sepuluh Perintah adalah merupakan dasar dari seluruh tema Alkitab. Sepuluh Perintah adalah dasar hukum Allah yang tertinggi. Banyak ayat-ayat dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Baru merupakan perluasan kutipan dari Sepuluh Perintah. Perintah Allah adalah merupakan suatu ukuran yang memampukan kita untuk mengetahui apakah kita berada di jalan yang sesuai dengan keinginan-Nya atau kita sedang menyimpang. Sebagaimana yang diperingatkan oleh Yohanes di dalam 1 Yohanes 34 †Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Dari pembahasan diketahui bahwa sepuluh perintah Allah adalah merupakan kabar baik yang disampaikan bagi Israel dan juga bagi orang percaya. Sepuluh Perintah Allah merupakan kabar baik yang Allah telah berikan kepada kita untuk dilaksanakan. Yang dimaksudkan dengan kabar baik adalah bahwa Sepuluh Perintah, yang sebagian besar di dalam setiap perintahnya berupa larangan atau hal yang negatif namun dibalik itu semua Allah mempunyai maksud yang baik, yang hanya ditujukkan bagi kita orang percaya pada masa S. BudimanLima pilar institusi sosial yang dimaksud adalah keluarga, gereja, pemerintah, ekonomi, dan pendidikan. Kelima pilar ini bukan kategori yang baku. Kelima pilar institusi sosial tersebut adalah metode pendekatan yang penulis pakai untuk membaca pemikiran John Calvin. Melalui metode tersebut, penulis bermaksud untuk menarik prinsip-prinsip etika sosial dari tulisan-tulisan Calvin. Dengan kata lain, ia sendiri tidak pernah membakukan kelima hal ini sebagai “pilar-pilar kehidupan Namun hal itu tidak berarti bahwa ia sama sekali tidak berbicara tentang sektor-sektor kehidupan sosial. Sebaliknya, penulis mendapati aplikasi sosial yang sangat luas dari teologi theocentric berpusat pada kedaulatan Allah yang ia pegang dengan setia. Untuk menggarisbawahi keunikan teologi sosial yang Calvin pegang, penulis akan membandingkan pemikiran Calvin dengan kecenderungan-kecenderungan sekular dari budaya pada zaman sekarang. Tentu saja dalam wadah yang terbatas ini, penulis tidak memiliki ruang yang cukup untuk memaparkan secara rinci seluruh aspek teologis dan moral yang terkandung dalam masing-masing institusi sosial yang akan dibicarakan. Penulis akan selektif dan memfokuskan pembahasan pada aspek “otoritas†yang lahir dari teologi theocentric dalam Soewitomo PutriThis research purposed to show the category level of family supported to the aged people in church ministry at Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Surakarta, year 2016. Hypotheses of this research is a category level of family’s support to the aged people in church ministry is at Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Surakarta, year 2016 is moderate. Analysis of correlation showed that family supported had a correlation level to the involvement of aged people in ministry is at which means moderate. Though the hypotheses was tried and true, there were some recommendations to increase family supported to the aged people in ministry, like making a seminar about family, special sermon’s theme about family or special retreat for aged peopleEliman ElimanThe child needs to be educated to be guided for moral value. If child doesn’t get education and guidance for the proper moral value, the kid will not be able to be controlled immoral and got worst and the kid can be a criminal and community destroyer. The guidance for the kid’s moral value is an aspect which need to be considered seriously and can’t be abandoned. The improvement of the kid’s moral value need to be known not only those which explain by the expert but also those which stated in bible about the improvement of kid’s moral value so the teacher and parents can guide the kid in the correct moral value. 6 to 8 years old kid is elemantary level kid, the age that can receive other people otority beside the parents and obey the rules. 6 to 8 years old is the period of improvement or the process of maturity , with the education and guidance to the kid will be easy to be absorb and receive by the article aimed to describe the education of children in the family based on Colossians 321. This study used a sociological criticism approach by conducting a study of the text of Colossians 321 to analyze the Bible's view of children's education in the family. The conclusion of this textual study is educating children without violence. Paul reminded fathers in educating children to prioritize love as the basis for education in the family. The love of a father will be reflected in the lives of every child through communication and imprinted in an attitude of obedience and respect for parents. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendreskripsikan pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan Kolose 321. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kritik sosiologis dengan melakukan kajian terhadap teks Kolose 321untuk meng-analisis pandangan Alkitab tentang pendidikan anak dalam keluarga. Kesimpulan dalam kajian terhadap teks tersebut adalah mendidik anak tanpa adanya kekerasan. Paulus mengingatkan para ayah dalam mendidik anak-anak lebih mengutamakan kasih sayang sebagai dasar pendidikan dalam keluarga. Kasih sayang seorang ayah akan tercermin dalam kehidupan setiap anak melalui komunikasi dan terpatri dalam sikap taat dan menghormati orang tua. I. Pendahuluan Keluarga adalah salah satu kumpulan orang-orang yang hidup bersama yang memiliki hubungan darah atau ikatan perkawinan, seperti ayah, ibu dan anak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia keluarga adalah kelompok terkecil dari masyarakat. Setiap anggota dalam keluarga memiliki ikatan yang sangat kuat, bahkan disebut sebagai kerabatan yang sangat mendasar di masyarakat. 1 Lembaga keluarga memiliki fungsi pokok utama yakni memenuhi kebutuhan biologis, emosional, sosial ekonomi dan pendidikan. Dari sekian fungsi tersebut, fokus kajian ini adalah pada bagian pendidikan. Sejatinya, pendidikan dimulai dari dalam keluarga karena tidak ada orang yang tidak dilahirkan dalam keluarga. Jauh sebelum ada 1Reni SulistianaTime by time, the relationship between parents and children changes, namely family dysfunction. The responsibilities of both parents and children do not work properly. The researcher aims to know how the parent and child relationship according to the Bible is based on Ephesians 6 1-4. Data collection using questionnaires. This research is survey research is eskriptif. The results showed that the congregation had a good knowledge of the responsibilities of parents 70% and those with fairly good knowledge 30%. There are also children who have responsibilities 60% and have good knowledge 40%. Therefore, to improve the quality of the relationship between parent and child, then the servants of God and the minister of GEKISIA Medan need to increase the quantity of activities such as family retreats, workshops, as well as through the teachings held in Family PA. In addition, the citizens of the congregation to be more diligent to worship and follow the teachings that are held in the Iman Yang SempurnaY E BasukiBasuki, Y. E. 2014. Pertumbuhan Iman Yang Sempurna. Yogyakarta Garudhawacha Online Book.
Ilustrasi orang tua dan anak-anaknya. Foto iStockJelaskan mengapa kita harus menghormati dan mematuhi kepada orang tua! Berikut ini pembahasan dan penjelasan mengenai alasan mengapa harus hormat dan patuh kepada orang Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk berperilaku hormat dan patuh kepada orang tua, karena orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup. Orang tua berarti ayah dan ibu keduanya yang harus dihormati dan juga dipatuhi. Ayah adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga di rumah, sedangkan ibu adalah orang yang mengandung dan melahirkan anaknya, kemudian menyusui, merawat dan mendidik hingga tumbuh dewasa. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai alasan mengapa seorang anak harus menghormati dan mematuhi orang tuanya. Simak selengkapnya di bawah Kita Harus Menghormati dan Mematuhi kepada Orang Tua?Ilustrasi seorang ibu yang mengajarkan anaknya membaca Alquran. Foto iStockDalam Alquran Surat An-Nisa ayat 36 diterangkan mengenai perintah berbuat baik kepada orang tua. Ayat ini berbunyi وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙWa'budullaha wa laa tusyrikuu bihii syai`aw wa bil-waalidaini ihsaanaw wa bizil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wal-jaari zil-qurbaa wal-jaaril-junubi wash-shoohibi bil-jambi wabnis-sabiili wa maa malakat aimaanukum, innalloha laa yuhibbu mang kaana mukhtaalan "Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri."Dalam ayat tersebut, sangat jelas disebutkan bahwa seorang anak harus berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Berbuat baik kepada orang tua menjadi salah satu cara dalam menggapai rida Allah, karena rida Allah tergantung pada rida orang tua, dan murka Allah tergantung kepada murka orang dari Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VIII oleh Muhammad Ahsan dan Sumiyati, orang tua merupakan guru pertama yang mendidik dan mengajari seseorang tentang banyak hal. Orang tua merawat dan menjaga anaknya dari kecil hingga dewasa. Sebagai seorang anak, tentunya harus menghormati dan mematuhi mereka. Ilustrasi orang tua yang bermain dengan anaknya. Foto iStockAdapun alasan mengapa harus menghormati dan mematuhi kepada orang tua adalah sebagai Perintah Allah dalam AlquranBerbuat baik dengan menghormati dan mematuhi orang tua merupakan perintah Allah yang telah jelas tertulis dalam Alquran Surat An Nisa ayat Allah Akan Membuka Pintu SurgaAllah akan membukakan pintu surga bagi anak yang berbakti kepada kedua orang Orang Tua Rela Berkorban demi AnaknyaOrang tua telah berkorban demi anaknya, dari ibu yang 9 bulan mengandung dan membesarkan anaknya, hingga ayah yang terus mencari nafkah untuk Rida Orang Tua adalah Rida AllahJika orang tua meridai anaknya, maka Allah juga akan meridainya. Menghormati dan mematuhi orang tua sama halnya dengan menghormati dan mematuhi dan menghormati orang tua merupakan amalan mulia setelah salat tepat waktu, sesuai dengan hadis yang dijelaskan Nabi Banyak Hikmah yang Akan Allah Berikan Dengan menghormati dan mematuhi orang tua, maka akan mendapatkan banyak hikmah yang Allah berikan, yakni kunci masuk surga, memberi ketenangan hati, memperoleh rezeki yang banyak, dapat menghapus dosa besar, hingga dicintai dan disayangi oleh orang banyak.
cara menghormati orang tua dalam kristen